
Darussalam, 12 Oktober 2026 – Universitas Syiah Kuala (USK) berpartisipasi dalam Forum Penjaminan Mutu 39 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Wilayah Barat yang diselenggarakan di Universitas Andalas (UNAND), Padang, pada tanggal 8 – 10 Oktober 2026. Forum ini menjadi wadah strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai strategi dalam meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Pada kegiatan ini USK mengutus 2 orang perwakilannya yakni Dr. Nurlaili, S.Pd., M.Pd, CIIQA (Kepala Pusat Audit dan Penjaminan Mutu, SPM USK) berserta timnya Ir. Sri Rahmawati, ST., MT, CIIQA.
Kegiatan ini mempertemukan para pengelola penjaminan mutu dari 39 PTN di wilayah barat Indonesia untuk membangun kesamaan persepsi dan memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Melalui forum ini, setiap perguruan tinggi diharapkan dapat saling belajar mengenai praktik baik (best practices), inovasi tata kelola mutu, serta berbagai pendekatan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan institusi masing-masing.
Bagi USK, keikutsertaan dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk terus mengembangkan budaya mutu yang terencana, terukur, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. Kolaborasi lintas perguruan tinggi dinilai penting untuk memperkaya perspektif dalam menghadapi tantangan penjaminan mutu, khususnya dalam memastikan ketercapaian standar pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas layanan akademik.
Salah satu aspek penting dalam penguatan mutu perguruan tinggi adalah implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), tindak lanjut hasil audit, serta Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa hasil evaluasi tidak berhenti pada identifikasi temuan, tetapi ditindaklanjuti melalui program perbaikan yang nyata dan berkelanjutan.
Melalui pertukaran pengalaman dan diskusi bersama perguruan tinggi peserta, USK berkesempatan memperkaya strategi pengembangan penjaminan mutu, termasuk penguatan audit berbasis risiko, peningkatan efektivitas tindak lanjut hasil audit, serta penyelarasan standar mutu dengan arah kebijakan dan target strategis universitas.
Forum ini juga menjadi momentum untuk membangun jejaring kerja sama antar lembaga penjaminan mutu perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pertukaran instrumen, pengembangan kompetensi auditor mutu internal, pelaksanaan kegiatan benchmarking, serta penyebarluasan praktik baik dalam penerapan SPMI.
Partisipasi USK dalam forum ini sejalan dengan upaya universitas untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkesinambungan. Penguatan penjaminan mutu tidak hanya ditujukan untuk memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku, tetapi juga untuk membangun budaya mutu yang melekat pada setiap proses akademik dan non-akademik.
Melalui sinergi 39 PTN Wilayah Barat, forum yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan menghasilkan pertukaran gagasan dan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan oleh masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, penjaminan mutu dapat berfungsi sebagai instrumen pengembangan institusi, bukan semata-mata sebagai mekanisme pemenuhan dokumen administratif.
Bagi USK, hasil dan pembelajaran dari forum ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam memperkuat pelaksanaan SPMI, meningkatkan efektivitas AMI, serta mendorong tindak lanjut hasil evaluasi yang lebih sistematis dan berdampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi. (Nl)
Comments are closed