Darussalam, 23 Oktober 2026 – Dalam rangka memperkaya substansi Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 di bidang sains dan teknologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry menyelenggarakan Workshop Penyusunan Renstra pada 22 Oktober 2026 di Ruang Rapat FST UIN Ar-Raniry. Kegiatan ini bertujuan untuk menelaah keselarasan visi, misi, tujuan, sasaran strategis, dan prioritas pengembangan fakultas, sekaligus mempertajam indikator kinerja, target capaian, program prioritas, serta strategi implementasi Renstra FST UIN Ar-Raniry Tahun 2025–2029.

Workshop menghadirkan Prof. Dr. Ir. Suhendrayatna, M.Eng., IPM dari Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Dr. Abd. Mujahid Hamdan, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FST UIN Ar-Raniry, Prof. Habiburrahim, S.Ag., M.Com., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Renstra merupakan pedoman pengembangan yang memuat arah kebijakan, tujuan, sasaran, indikator kinerja, serta program prioritas fakultas. Oleh karena itu, penyusunannya perlu dilakukan secara sistematis, terukur, dan partisipatif agar sejalan dengan arah pengembangan UIN Ar-Raniry, kebutuhan masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Workshop tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan FST UIN Ar-Raniry, enam ketua program studi, Tim Gugus Penjaminan Mutu, serta Tim Penyusun Renstra FST UIN Ar-Raniry Tahun 2025–2029. Dalam paparannya, Prof. Suhendrayatna menjelaskan secara rinci hasil telaah terhadap draf Renstra yang telah disusun oleh tim penyusun. Beliau menegaskan bahwa sistematika penyusunan Renstra telah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2022 dengan penambahan beberapa unsur yang mencerminkan kekhasan FST UIN Ar-Raniry. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa lima misi yang diusulkan telah mencakup fungsi utama fakultas. Namun, keterkaitan antara pelaksanaan fungsi tersebut dan terwujudnya masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas masih perlu ditegaskan. Selain itu, rumusan misi FST perlu diselaraskan dengan misi UIN Ar-Raniry yang tercantum pada laman resmi universitas. Menurutnya, rumusan misi saat ini lebih menonjolkan aspek mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, dan daya saing fakultas, sementara kondisi ideal masyarakat yang ingin diwujudkan masih tersirat. Oleh karena itu, perbaikan rumusan misi perlu diarahkan pada orientasi hasil (outcome) sehingga kontribusi pendidikan, penelitian, dan pengabdian terhadap pencapaian visi dapat terlihat secara lebih jelas. Beliau juga menegaskan bahwa tidak semua misi harus memuat ketiga aspek tersebut secara bersamaan, tetapi keseluruhan misi harus menunjukkan keterkaitan yang jelas dan saling melengkapi.

Selanjutnya, Prof. Suhendrayatna mengusulkan agar tujuan strategis ditata kembali dengan mengacu pada lima misi yang telah ditetapkan serta dirumuskan dalam bentuk hasil atau kondisi yang ingin dicapai. Dalam draf Renstra, lima tujuan yang dirumuskan telah memiliki keterkaitan dengan masing-masing misi, tetapi hubungan tersebut perlu disusun secara lebih langsung dan sistematis. Selain itu, rumusan tujuan masih didominasi oleh penggunaan kata “peningkatan” yang kemudian dijabarkan ke dalam berbagai kegiatan dan strategi. Kondisi ini menyebabkan batas antara tujuan, sasaran, dan strategi menjadi kurang jelas. Dari perspektif perencanaan, satu misi dapat dijabarkan menjadi lebih dari satu tujuan. Namun demikian, untuk konteks FST UIN Ar-Raniry, pola lima misi dan lima tujuan dinilai lebih mudah ditelusuri, dijabarkan, serta dievaluasi. Adapun rincian tujuh tujuan yang sebelumnya dirumuskan masih dapat dipertahankan sebagai sasaran strategis atau strategi pendukung.

Di akhir pemaparannya, Prof. Suhendrayatna merekomendasikan agar empat klaster pengembangan FST UIN Ar-Raniry, yaitu Green Technology and Renewable Energy, Digital Transformation and Smart Systems, Advanced Science, Biotechnology, and Materials, serta Resilient and Sustainable Communities, tetap dipertahankan. Selanjutnya, beliau mengusulkan tiga program unggulan, yaitu Kampus dan Dayah Hijau sebagai Laboratorium Hidup, Gampong Cerdas dan Tangguh Bencana, serta Inovasi Material dan Bioproses untuk Air Bersih dan Pemanfaatan Limbah. Ketiga program tersebut dinilai mampu mengintegrasikan kepakaran lintas program studi sekaligus memusatkan dukungan pada capaian yang terukur dan dapat dibuktikan.

Melalui pendekatan tersebut, FST UIN Ar-Raniry diharapkan memiliki identitas unggulan yang lebih jelas sekaligus landasan yang kuat dalam penyusunan Rencana Operasional (Renop), penganggaran, dan evaluasi mutu. Kegiatan workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang melibatkan seluruh peserta. Pada akhir workshop, Dekan FST UIN Ar-Raniry, Prof. Habiburrahim, menegaskan bahwa empat klaster pengembangan dan tiga program unggulan yang diusulkan akan dipertimbangkan sebagai sarana integrasi kepakaran lintas program studi. Selanjutnya, klaster dan program unggulan tersebut akan dijabarkan ke dalam Roadmap Penelitian dan Pengabdian FST UIN Ar-Raniry yang terintegrasi. Klaster unggulan yang tercantum dalam draf Renstra akan diterjemahkan menjadi agenda penelitian dan pengabdian yang lebih terfokus, kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan. Upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat mutu ilmiah, meningkatkan pengalaman penelitian mahasiswa, serta mendorong pemanfaatan hasil penelitian dalam menjawab kebutuhan masyarakat di bidang lingkungan, energi, sumber daya hayati, dan ketahanan komunitas di Aceh (SHY, 2026)

Categories:

Tags:

Comments are closed