
Darussalam, 23 Oktober 2026 – Transformasi digital kini tak lagi berhenti di ruang kuliah dan laboratorium, tetapi telah menyentuh keseharian birokrasi dan tata kelola perguruan tinggi. Menyadari perubahan itu, empat tenaga kependidikan Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Syiah Kuala (USK) memilih untuk tidak sekadar menjadi penonton. Mereka mengikuti Gemini Academy Campus Roadshow, sebuah program pelatihan dan sertifikasi kecerdasan buatan yang digelar di Ruang Flamboyan, Lantai 3, Gedung AAC, pada 20-22 Oktober 2026.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, Silvia, S.T.; Keumala Hayati, S.Si., M.Si.; Suhartono Bin Adi Suarno, Lc.; dan Noermansyah Putra, S.E., M.M. berhasil menuntaskan seluruh tahapan hingga memperoleh sertifikat. Capaian ini menjadi penanda bahwa kemauan belajar tidak mengenal batas jabatan maupun latar disiplin ilmu. Latar belakang keempatnya beragam, namun mereka bertemu dalam satu semangat yang sama “tumbuh bersama teknologi”.
Program yang diinisiasi Direktorat Pendidikan dan Administrasi Akademik (DPAA) USK ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Paideia Educational Solutions dan Google for Education, serta selaras dengan semangat Diktisaintek Berdampak. Sasarannya luas, mencakup dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, sebagai upaya membangun ekosistem akademik yang akrab dengan teknologi.
Selama pelatihan, peserta diajak memahami fondasi kecerdasan buatan dan model bahasa besar (large language model), lalu bergerak ke keterampilan praktis seperti merancang prompt yang efektif dan menjelajahi Gemini serta Gemini Notebook sebagai mitra kerja. Peserta juga mempelajari cara mengubah praktik perkuliahan dengan dukungan AI, sebelum menutup rangkaian dengan ujian sertifikasi.
Bagi tenaga kependidikan yang kesehariannya lekat dengan pengelolaan data, dokumentasi, dan penyusunan laporan, kompetensi ini adalah bekal berharga. Teknologi tidak dimaksudkan menggantikan peran manusia, melainkan membebaskan waktu dan energi agar dapat dicurahkan pada kerja-kerja yang menuntut ketelitian, pertimbangan, dan kepekaan.
Keikutsertaan para tendik SPM ini sekaligus mencerminkan komitmen unit dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di tengah perubahan zaman. Penjaminan mutu bukan hanya soal standar dan prosedur, tetapi juga kesediaan untuk terus belajar. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada rekan sejawat sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas di lingkungan USK. (Noe-)
Comments are closed